Diklat: Strategi Pembelajaran

Oleh : Drs. R. Okta Kurniawan, M.M

Kegagalan pembelajaran di sekolah, perguruan tinggi, atau lembaga diklat, pada saat ini banyak terjadi pada proses pembelajaran. Setujukah anda ?

Berhasil atau tidaknya proses pembelajaran dapat dilihat dari desain pembelajaran. Desain pembelajaran ini berlandaskan pendekatan sistem yaitu : Analyze (menganalisa), Design (mendesain), Develop (mengembangkan), Implement (melaksanakan), dan Evaluate (menilai).

Desain pembelajaran mencakup seluruh proses yang dilaksanakan pada pendekatan sistem. Bagaimana strateginya agar desain pembelajaran dapat dikatakan berhasil ?

Strategi pembelajaran merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pencapaian kompetensi hasil didik. Strategi pembelajaran telah mengalami perkembangan yang cukup pesat seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Salah satu diantaranya adalah e-learning. Perubahan paradigma strategi pembelajaran dari teacher centered ke learner centered mendorong untuk mengembangkan e-learning sebagai salah satu metode pembelajaran yang dipersepsikan bersifat learner centered. Pemanfaatan e-learning dapat memotivasi peningkatan kualitas pembelajaran dan materi/bahan ajaran, kualitas aktivitas dan kemandirian peserta didik, serta komunikasi antara guru dengan peserta didik maupun antar peserta didik. Proses pembelajaran e-learning ini memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara sistematis dengan mengintegrasikan semua komponen pembelajaran, termasuk interaksi pembelajaran lintas ruang dan waktu, dengan kualitas yang terjamin. Konsep pembelajaran elearning dapat diilustrasikan sebagai berikut :

konsep-elearning

Peserta didik sebagai input sistem, terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran yang dilakukan melalui media elektronik (berbasis web) dengan didukung fasilitas, kurikulum, guru dan komponen pendidikan lainnya, untuk mencapai mutu hasil didik (kompetensi) sesuai kebutuhan.

Perubahan paradigma strategi pembelajaran tersebut, membuat guru untuk Meningkatkan keahlian atau kompetensi lain yang menjadi bagian integral dari kinerja mengajarnya. Kompetensi tersebut adalah merancang proses belajar yang terbaik dan paling sesuai bagi peserta didik. Perlu diingat bahwa guru merancang dan mengembangkan proses belajar untuk orang lain, bukan untuk dirinya. Keberhasilan seseorang dalam belajarnya menjadi barometer kesuksesan guru. Jadi untuk mendisain suatu pembelajaran, perlu diperhatikan empat komponen dasar yaitu peserta didik, tujuan pembelajaran, metode, dan evaluasi.

Peserta didik adalah pihak yang menjadi focus suatu disain pembelajaran. Peserta didik sebelum dan selama belajar dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik fisik maupun mental. Kelelahan secara fisik atau mental peserta didik dapat mengurangi konsentrasi dan akan terjadi reduksi dalam penyerapan Materi. Oleh karena itu, para guru harus menciptakan situasi belajar yang kondusif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dan peserta didik merasa nyaman dan termotivasi dalam proses belajarnya.

Rumusan Tujuan pembelajaran merupakan penjabaran kompetensi yang akan dikuasai oleh peserta didik jika mereka telah selesai dan berhasil menguasai materi ajar tertentu. Setiap rumusan tujuan pembelajaran dikembangkan berdasarkan kompetensi yang harus dimiliki atau dikuasai peserta didik pada akhir pendidikan. Bila kompetensi dinilai terlalu rumit maka tujuan pembelajaran tersebut dirinci menjadi subkompetensi. Pada kurikulum saat ini, rumusan tujuan pembelajaran berupa Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang dahulu dikenal dengan Tujuan Instruksional Umum (TIU) dan Tujuan Instruksional Khusus (TIK).

Metode terkait dengan strategi pembelajaran dan dirancang agar proses belajar berjalan mulus. Metode adalah sebuah teknik yang dianggap jitu untuk menyampaikan materi ajar. Metode sangat menentukan situasi belajar karena metode merupakan komponen strategi pembelajaran biasa dikaitkan dengan media dan waktu yang tersedia untuk belajar. Strategi pembelajaran adalah upaya yang dilakukan oleh guru dalam menentukan teknik penyampaian pesan, penentuan metode dan media, alur isi pelajaran, serta interaksi antara guru dan peserta didik.

Evaluasi merupakan proses penilaian sebagai bahan masukkan bagi guru untuk mengetahui penyebab keberhasilan atau kegagalan sebuah pembelajaran. Evaluasi ini dapat dilakukan terhadap peserta didik, proses belajar, dan materi ajaran. Menilai ketiga komponen ini sangat penting. Indikator keberhasilan suatu tujuan belajar dapat diamati dari hasil belajar. Penilaian dapat dilakukan secara format soal dan atau nonsoal. Format soal merupakan penilaian yang diukur dengan kemampuan menjawab soal dengan benar. Format nonsoal dilakukan dengan instrumen pengamatan, wawancara, kusioner, dsb.

Kembali kepada konsep pembelajaran elearning. Elearning memungkinkan interaksi antar peserta didik dan interaksi peserta didik dengan guru dilakukan secara langsung (unsynchronous) melalui program yang dapat berbentuk tulisan, rekaman suara, film, dsb. Dengan mengembangkan prinsip belajar conditioning operan, peserta didik dapat belajar melalui serangkaian stimulus (pertanyaan) yang ditemukan sendiri. Komputer dapat digunakan sebagai alat untuk menyampaikan informasi atau ide-ide yang terkandung dalam pembelajaran kepada peserta didik bahkan kepada guru lainnya.

Selain itu komputer dapat juga digunakan sebagai media yang memungkinkan peserta didik belajar secara mandiri dalam memahami suatu konsep. Hal ini sangat memungkinkan, karena komputer mempunyai kemampuan mengkombinasikan teks, suara, warna, gambar, Gerak dan video, serta membuat suatu kepintaran yang sanggup menyajikan proses interaktif. Berbagai model pembelajaran yang bersifat individual learning dan mastery learning dapat diterapkan seperti drill, practice, tutorial, simulasi dan games instruction.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s